Dugaan sementara menyebutkan api bermula dari aktivitas korban di kamar bagian belakang. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, sang kakek diduga menyalakan rokok yang percikan apinya menyambar tabung elpiji 3 kg di dekatnya. Ledakan hebat pun tak terhindarkan.
"Api muncul sangat cepat dari kamar belakang dan langsung merambat ke warung depan. Kami sempat mendengar bunyi ledakan tabung gas yang sangat keras," ungkap Arianto, menantu korban, dengan nada gemetar.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sedikitnya delapan unit armada tempur untuk menjinakkan api. Petugas di lapangan mengaku sempat kewalahan karena material di dalam bangunan didominasi barang dagangan yang mudah terbakar, seperti tumpukan kertas dan tabung gas cadangan, yang membuat api kian beringas.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
