Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 Mitra Pengemudi aktif dari seluruh aplikator.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform. Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, juga telah menyampaikan bahwa skema BHR perlu mempertimbangkan karakter fleksibilitas model kemitraan di sektor ekonomi digital.
“Jadi memang sesuai dengan tahun lalu tentu kita harus fair dan memahami kondisi fleksibilitas dari bisnis ini, maka BHR itu kan harus sesuai dengan keaktifan mereka (Mitra Pengemudi). Orang yang memang full (time) dengan orang yang part-time itu harusnya berbeda. Karena ini kan model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
