Rupiah Melemah, Begini Upaya Pemprov Jaga Nadi UMKM di Jawa Tengah

Ahmad Antoni
Ilustrasi pelatihan pelaku UMKM. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah terdampak melemahnya nilai tukar rupiah. Atas kondisi itu, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM. Sebab, UMKM menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Tengah sehingga perlu terus dibina agar lebih tahan menghadapi dinamika ekonomi. Apalagi, jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 4,2 juta. 

Bersarnya jumlah itu, lanjut dia, menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan, pengemasan produk, hingga pemasaran.

Selain modal, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan kualitas produk agar UMKM lebih kompetitif. Pendampingan tersebut mencakup pembenahan packaging (pengemasan), pemasaran, hingga peluang masuk ke rantai ekspor.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network