SEMARANG, iNewsSemarang.id – Ribuan umat Hindu di Kota Semarang dan sekitarnya mengikuti Upacara Melasti dengan khidmat. Ritual Melasti jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 digelar di Pantai Marina, Minggu (15/3/2026) pagi.
Prosesi Melasti diawali kirab yang diikuti ribuan umat Hindu dengan mengenakan busana adat serba putih sambil membawa sesaji dan simbol-simbol suci dari pura.
Dalam ritual tersebut, umat mengiring atau Ngiring Ida Bhatara, simbol manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, menuju samudra untuk disucikan.
Sesampainya di area pantai, prosesi dilanjutkan dengan penyambutan Tirta Baruna, air suci dari samudra yang dimaknai sebagai sumber kehidupan.
Dalam momen sakral itu, ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Semarang mempersembahkan Tari Rejang Sudamala. Tarian sakral tersebut melambangkan penyucian kotoran atau energi negatif yang melekat pada manusia dan alam.
Menurut Ketua Panitia Perayaan Hari Nyepi Kota Semarang I Dewa Made Artayasa, Melasti memiliki makna penyucian bagi manusia dan alam semesta.
"Melasti itu menyucikan buana alit dan buana agung. Buana alit adalah diri manusia, sedangkan buana agung adalah alam sekitar," jelas Dewa Made.
Melalui ritual tersebut, umat memohon tirta kepada Dewa Baruna sebagai penguasa samudra. Air suci itu menjadi simbol pembersihan dari berbagai kotoran lahir dan batin sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
"Maknanya membersihkan kotoran dalam diri manusia, yaitu dosa dan perilaku negatif yang pernah kita lakukan," ujarnya.
Setelah prosesi penyucian selesai, simbol-simbol suci itu kemudian diarak kembali ke pura masing-masing untuk kembali dilinggihkan sebagai persiapan rangkaian upacara berikutnya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang I Ketut Puja menjelaskan, Melasti tahun ini diikuti umat Hindu dari Kota Semarang dan sejumlah daerah sekitar.
"Beberapa kota seperti Kudus, Pati, dan Demak sekarang mengikuti kegiatan di Jepara. Jadi di sini terlihat sedikit lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya," sebutnya.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak mengurangi kekhidmatan upacara. Sebab inti dari Melasti adalah pembersihan spiritual sebelum umat menjalani Hari Raya Nyepi.
"Melasti bermakna pembersihan. Bukan sekadar tradisi, tapi proses spiritual sebelum kita memasuki Nyepi," jelasnya.
Rangkaian Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Setelah Melasti, rangkaian perayaan Nyepi masih berlanjut. Pada 18 Maret 2026 umat Hindu akan melaksanakan Tawur Kesanga, ritual penyeimbangan alam. Puncaknya berlangsung pada 19 Maret 2026 saat umat menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam.
Dalam masa hening itu, umat tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan. Semua aktivitas dihentikan untuk melakukan introspeksi diri.
“Nyepi pada dasarnya adalah introspeksi diri. Kita melihat apa yang sudah dilakukan dan memperbaikinya untuk masa depan,” kata Puja.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang yang memfasilitasi lokasi kegiatan sehingga lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, Melasti juga memiliki potensi sebagai bagian dari budaya yang dapat mendukung pariwisata kota.
"Kalau kita lihat di Bali, kegiatan budaya seperti ini menjadi aset pariwisata. Harapannya ke depan fasilitas di sini semakin baik sehingga bisa memberi kontribusi bagi pariwisata Kota Semarang," ujarnya.
Kebersamaan dan Keberagaman di Semarang
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho mengatakan, kegiatan Upacara Melasti menjadi bukti nyata keberagaman yang hidup di Kota Semarang.
Menurutnya, kehadiran umat Hindu dari berbagai daerah menunjukkan, bahwa Semarang merupakan kota yang menghargai kebersamaan dan keberagaman.
Wing menambahkan, pada 2026 beberapa hari besar keagamaan dari berbagai agama berlangsung hampir bersamaan. Namun kondisi itu justru menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Semarang.
"Ketika perayaan hari agama dilaksanakan di Semarang, kegiatan itu didukung bahkan ada keterlibatan dari teman-teman umat agama yang lain," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
