Aktivitas Pariwisata dan Mobilitas Wisatawan Dongkrak Penjualan Kamar Perhotelan

Ahmad Antoni
Permintaan akomodasi menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas wisatawan domestik hingga mendongkrak penjualan kamar. (foto: istimewa)

Performa positif juga dirasakan oleh ⁠Kristina Caturkaryani, Pemilik SANS Arya Hotel Batu. Sebagai properti yang baru dibangun dan langsung bergabung dengan brand SANS pada awal tahun 2025, SANS Arya Hotel Batu mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pelanggan. 

Hal ini tercermin dari tingkat okupansi hotel yang telah mencapai 75%. “Kolaborasi dengan RedDoorz membantu kami mengelola properti dengan lebih profesional, terutama dalam hal pemasaran digital dan manajemen permintaan. Hal ini sangat membantu meningkatkan tingkat hunian dan stabilitas pendapatan,” kata Kristina.

Sebagian besar wisatawan yang menginap di Malang berasal dari kota-kota di sekitarnya, dengan Surabaya menjadi kontributor terbesar dalam jumlah pemesanan kamar. 

Dari sisi konektivitas, akses menuju Malang juga terus mengalami peningkatan. Sejak dibuka pada 2019, Jalan Tol Pandaan–Malang semakin mempercepat waktu tempuh dari Surabaya dan wilayah sekitarnya menuju kota ini.

Ke depan, akses menuju kawasan wisata di Malang juga akan semakin diperkuat melalui proyek Jalan Tol Malang–Kepanjen yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional Indonesia. 

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas menuju kawasan Malang Selatan yang memiliki berbagai destinasi wisata alam, termasuk jalur menuju Pantai Balekambang dan kawasan Bantur.

Selain kemudahan akses, Malang juga dikenal memiliki lanskap wisata yang lengkap. Wisatawan dapat menikmati kawasan pegunungan dan rekreasi keluarga di sekitar Kota Batu, sekaligus menjelajahi berbagai destinasi pantai di kawasan Malang Selatan.

Dari sisi pembangunan nasional, Malang juga mendapatkan perhatian strategis pemerintah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menetapkan Malang sebagai pilot project program strategis nasional tahun 2026, menjadikannya role model kota wisata di Jawa Timur yang mengintegrasikan tiga sektor utama, yaitu pariwisata, pendidikan, dan pertanian.

“Dengan kombinasi potensi wisata alam, ekosistem pendidikan yang kuat, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Malang diproyeksikan akan terus menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi regional di Jawa Timur,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network