Polisi Sisir Daerah Rawan Balon Udara Liar di Pekalongan, Sita Petasan Jumbo Setinggi 1,4 Meter

Ahmad Antoni
Tim gabungan tiga pilar di Kecamatan Kedungwuni menggelar patroli skala besar guna mengantisipasi tradisi liar penerbangan balon udara. (foto: istimewa)

PEKALONGAN, iNewsSemarang.id - Tim gabungan tiga pilar di Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan, menggelar patroli skala besar guna mengantisipasi tradisi liar penerbangan balon udara dan penyalaan petasan pasca-Lebaran.

Hasilnya, puluhan balon udara berbagai ukuran dan petasan "jumbo" berhasil diamankan petugas dari tangan warga.

Kegiatan ini menyisir sejumlah titik rawan di Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni Timur, hingga desa-desa seperti Tangkil Kulon, Tangkil Tengah, Podo, dan Ambokembang.

Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin menegaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keselamatan penerbangan dan objek vital nasional.

"Kami bersama jajaran Koramil, Kecamatan, dan didukung penuh oleh personel Dalmas Polres Pekalongan melakukan penyisiran serentak. Fokus kami adalah menghentikan aktivitas penerbangan balon udara liar dan penyulutan petasan yang kerap membahayakan pemukiman serta jaringan listrik," ujarnya, Minggu (29/3).

Dalam patroli tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan barang bukti yang siap diterbangkan maupun disulut oleh warga. 

Berikut rincian hasil operasi di lapangan:

-Desa Tangkil Kulon: 1 buah petasan jumbo dengan tinggi 140 cm dan diameter 30 cm.
-Kelurahan Kedungwuni Timur: 17 buah balon udara setinggi 8 meter.
-Desa Tangkil Tengah: 6 buah balon setinggi 5 meter.

-Kelurahan Pekajangan (Gg. 4): 8 buah balon setinggi 5 meter.
-Desa Podo (Gg. 8): 6 buah balon setinggi 3 meter.
-Desa Ambokembang: 6 buah balon setinggi 2 meter, 1 plastik bubuk mercon, dan 1 petasan ukuran sedang.

"Temuan di Tangkil Kulon cukup mencolok, ada petasan raksasa setinggi 1,4 meter. Ini sangat berbahaya jika meledak di area pemukiman padat," tegas Kapolsek.

Dia menjelaskan, selain risiko kebakaran lahan dan rumah, balon udara tradisional yang dilepas secara liar tanpa kendali sangat membahayakan mesin pesawat terbang. Selain itu, balon yang tersangkut di kabel PLN atau SUTET seringkali menjadi penyebab pemadaman listrik massal.

"Kami tidak hanya menyita, tapi juga memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak dan pemuda di lokasi. Kami sampaikan bahwa menerbangkan balon udara liar itu ada sanksi hukumnya karena mengancam keselamatan nyawa orang lain di jalur penerbangan," tegasnya.

Operasi ini melibatkan kekuatan penuh puluhan personel gabungan, yang terdiri dari Dalmas Polres Pekalongan di bawah pimpinan Kasat Samapta AKP Suhadi, personel Polsek Kedungwuni, serta personel Koramil dan Kecamatan Kedungwuni.

Kehadiran tim gabungan ini diharapkan mampu menekan angka konflik sosial dan gesekan antar kelompok warga yang sering dipicu oleh suara petasan.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network