Suspek Campak di Jateng Capai 2.188 Kasus, Terbanyak di Kudus

Ahmad Antoni
munisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026). (foto: istimewa)

"Pencegahan harus masif dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi," jelasnya.

Adapun untuk mengakselerasi imunisasi campak, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau sampai ke desa-desa.

"Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat," ujarnya.

Suspek Campak Rata-rata Diderita Anak
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo mengatakan, suspek campak banyak ditemukan rata-rata pada anak-anak. Namun ada juga usia dewasa yang kondisi imunitas rendah juga bisa terkena.

"Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas," ujarnya.

Salah seorang warga, Kiki Kumala, mengatakan kegiatan imunisasi campak ini sangat penting bagi anak. Imunisasi ini merupakan yang kedua bagi anaknya yang berusia hampir 4 bulan.

"Kita cuma bisa mendukung dan membantu program pemerintah yang ada, apalagi ini gratis atau tidak berbayar. Semoga ke depan lebih baik dalam mendukung kesehatan anak," katanya usai mengantar anak imunisasi.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network