SEMARANG, iNewsSemarang.id - Peringatan Hari Kartini di Kota Semarang tahun 2026 berlangsung dalam suasana sederhana tapi sarat makna, Selasa, 21 April.
Pemerintah Kota Semarang menggelar apel dengan busana adat yang dilanjutkan talkshow, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perempuan di Kota Semarang memiliki kontribusi besar, terutama di sektor kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Walaupun peringatan tahun ini dilakukan secara sederhana, maknanya sangat dalam. Perempuan di Semarang itu hebat dan mandiri, terutama para penggerak di Posyandu yang berperan langsung menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Agustina.
Ia menyoroti peran kader Posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak, termasuk pemenuhan gizi dan nutrisi. Menurutnya, kontribusi mereka sangat membantu pemerintah dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Mereka bukan pegawai pemerintah, tetapi relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi. Hasilnya, kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hari Kartini tahun ini memang tidak digelar secara besar-besaran karena pemerintah sedang menerapkan efisiensi anggaran. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perempuan dalam berkontribusi.
“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga terus mengembangkan berbagai fasilitas ramah perempuan dan anak, mulai dari taman hingga ruang publik yang aman dan inklusif.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
