“Dari dapur, saya ingin ikut menjadi bagian dari proses besar pembangunan desa, menghadirkan kehangatan dan kepedulian yang tak kalah berarti,” ujarnya.
Melalui peran yang mungkin tak selalu terlihat, Anik Kristiana menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus berada di garis depan.
Dukungan dari belakang justru menjadi fondasi penting yang menjaga keberlangsungan setiap kegiatan.
Dalam kebersamaan TMMD Reguler ke-128, setiap peran memiliki arti, dan dari hal-hal sederhana itulah semangat gotong royong terus hidup dan menguat.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
