Dia menginstruksikan para prajurit untuk mematangkan kemampuan teknis dan taktis melalui lima poin utama: pertama, menjaga kemampuan jasmani; kedua, mengasah kemampuan menembak; ketiga, memelihara disiplin; keempat, dilarang mengeluh serta menghindari segala bentuk pelanggaran; dan kelima, bijak dalam menggunakan media sosial. “Kemampuan tempur adalah yang utama, disusul kemudian oleh kemampuan territorial,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Pangdam berpesan agar selalu melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan, dengan tetap konsisten beribadah dan berdoa sesibuk apa pun tugas yang dijalani.
Rangkaian kunker berlanjut ke wilayah Kabupaten Pati. Pangdam mendarat di Lapangan Gunung Panti sebelum bertolak menuju Mako Yonif TP 936/Satria Joyokusumo yang berada di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Pangdam Diponegoro memastikan satuan jajaran tetap dalam kondisi siap operasional dan seluruh prajurit memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima dalam menjalankan pengabdian.
Di akhir kunjungan kerjanya, jenderal Kopassus itu menyambangi Markas Brigade Infanteri (Ma Brigif) 43/Muria di Kudus. Kunjungan ke markas komando setingkat brigade ini menjadi krusial sebagai langkah sinkronisasi komando dan pengendalian terhadap satuan-satuan di bawah jajaran Brigif 43/Muria.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
