Prabowo Bilang Warga Desa Tak Pakai Dolar AS, Ini Penjelasan Purbaya

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Binti Mufarida)

Dia menegaskan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kini jauh lebih seimbang. Reformasi struktural yang diinisiasi oleh Prabowo dinilai berhasil mengaktifkan kembali peran sektor swasta nasional sebelum terjadinya guncangan ekonomi dari eksternal (negative shock global).

"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak bukan hanya government aja," ujarnya.

Purbaya menjanjikan akan memaparkan seluruh kinerja impresif APBN hingga April dalam konferensi pers esok hari untuk membuktikan arah kebijakan fiskal pemerintah berada di jalur yang tepat.

"Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi. Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5.6 ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait tingginya nilai tukar harga dolar AS terhadap rupiah. Menurutnya, hal itu tak berdampak karena rakyat di desa tak memakai dolar AS.

saya nggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan keos, akan apa, rupiah begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok," ujar Prabowo.

Lantas, eks Menteri Pertahanan ini mengatakan, ketersediaan pangan dan energi di dalam negeri termasuk aman. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan banyak negara lain.

"Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," kata Prabowo saat memberi sambutan dalam acara peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network