Dinamika Pergerakan Bitcoin Sepanjang 2026, Ini yang Harus Dilakukan Investor

Ahmad Antoni
Bitcoin kembali bergerak ke kisaran 64.000 dolar AS setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Bitcoin kembali bergerak ke kisaran 64.000 dolar AS setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang dipimpin Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. 

Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%–3,75%, nada kebijakan yang lebih hawkish membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap potensi pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian mengatakan bahwa koreksi pasca-FOMC merupakan bagian yang lazim dari dinamika pasar global, terutama ketika terjadi perubahan ekspektasi terkait kebijakan moneter global.

“Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang,” jelas Aloysia, Minggu (21/6/2026).

Sentimen tersebut turut tercermin pada arus dana institusional. ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat tercatat mengalami arus keluar bersih (net outflow) 112.8 juta dolar AS pasca-FOMC, menunjukkan sikap yang lebih defensif dari sebagian pelaku pasar.

“Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong oleh fear maupun euforia pasar,” jelasnya.

Meski demikian, dia menyebutkan bahwa investor perlu melihat perkembangan pasar secara lebih komprehensif dan tidak berlarut pada sentimen jangka pendek. 

Menurutnya, faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital dan kripto, perkembangan teknologi blockchain, serta partisipasi investor jangka panjang tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga menghapus forward guidance, yaitu panduan atau sinyal eksplisit dari bank sentral mengenai kemungkinan arah kebijakan suku bunga ke depan. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network