JAKARTA, iNewsSemarang.id – Dunia kerja Indonesia mulai merasakan dampak perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Tercatat, 220.000 lulusan SMA/SMK belum bekerja, sementara 50.000 orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diduga terdampak transformasi teknologi tersebut.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan program Pelatihan Vokasi bagi 10.000 talenta digital di Indonesia. Program tersebut difokuskan pada pelatihan AI untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja muda.
“Kita sudah bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan sedang menyusun dan menyiapkan rencana program pelatihan vokasi bagi 10.000 talenta Digital Indonesia,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam.
Program ini dirancang untuk memperluas akses peningkatan kompetensi digital yang lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan industri. Sasaran utamanya adalah lulusan SMA/SMK serta pekerja yang terdampak PHK agar dapat kembali terserap di dunia kerja.
Direktur Aplikasi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, mengungkapkan jumlah pengangguran dan korban PHK saat ini cukup tinggi di tengah percepatan adopsi AI.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
