“Pengamanan tamu negara merupakan pertaruhan kehormatan dan martabat bangsa di mata internasional, sehingga tidak boleh ada toleransi sekecil apa pun terhadap potensi celah kerawanan,” tegas Pangkogasgabpad.
Kepada seluruh unsur komandan satuan tugas di lapangan diinstruksikan agar memperketat koordinasi lintas sektoral antara TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah terkait. Setiap pergerakan personel harus terpantau secara real-time, adaptif terhadap dinamika situasi, dan mengutamakan faktor keamanan personel maupun materiil dengan prinsip zero accident dan zero fault.
Kawasan Candi Prambanan yang berada di perbatasan wilayah Provinsi DIY dan Jawa Tengah menjadi perhatian khusus dalam skenario pengamanan ini.
Manajemen arus lalu lintas, sterilisasi area, hingga kesiapan tim medis darurat telah disimulasikan secara matang guna memastikan kenyamanan dan keamanan optimal bagi kepala negara beserta seluruh rombongan delegasi luar negeri selama berada di lokasi.
Melalui pengecekan komprehensif yang dilaksanakan H-1 ini, Kogasgabpad wilayah Jateng-DIY menyatakan siap penuh menggelar operasi pengamanan VVIP demi menyukseskan kunjungan diplomatik penting tersebut.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
