Sejarah Londo Ireng Viral usai Disebut Prabowo, Antek Penjajah Belanda Musuh Pejuang Kemerdekaan

Sunu Hastoro
Londo Ireng awalnya merupakan penamaan untuk orang Afrika yang direkrut menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) di masa penjajahan Belanda di Indonesia. (Foto/Istimewa)

Setelahnya, Belanda membuat kontrak dengan Raja Ashanti di Ghana untuk perekrutan orang-orangnya yang sebagian besar berstatus bekas budak. Sampai pada tahun 1872, ada sekitar 3.000-an orang Afrika yang direkrut sebagai prajurit KNIL. 

Pada tugasnya sebagai tentara kerajaan Hindia Belanda, Londo Ireng ini turut serta dalam berbagai pertempuran melawan rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan di berbagai daerah. Salah satunya adalah Perang Aceh. Mereka menjadi musuh dari para pejuang kemerdekaan. 

Para Londo Ireng di KNIL memiliki status yang sama dengan prajurit Eropa. Selain memiliki seragam lengkap, mereka juga tinggal bersama nyai di tangsi. Nantinya, anak-anak mereka yang laki-laki akan dijadikan sebagai serdadu KNIL. Salah satu Londo Ireng yang cukup terkenal adalah Jan Kooi. Dia merupakan seorang Kopral Afrika. 

Namanya dikenal Belanda karena pencapaiannya yang mengagumkan saat berada di KNIL. Dalam perkembangannya, istilah Londo Ireng juga diartikan sebagian dari orang untuk orang pribumi yang bergabung bersama KNIL. 

Masyarakat Jawa yang melihat mereka menjadi tentara KNIL lalu menyebutnya sebagai Londo Ireng. Mereka menjadi tentara andalan Belanda dalam menghadapi pejuang kemerdekaan di berbagai wilayah Nusantara. 

Pidato Prabowo Soroti Pemberitaan Media

Saat berpidato dalam Puncak Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam, Prabowo lebih dulu menyoroti pemberitaan media yang menurutnya lebih banyak mengangkat sisi negatif, meski pemerintah telah melakukan berbagai pembangunan, termasuk renovasi puluhan ribu sekolah. 

"Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti," sebut Prabowo. 

Prabowo mengatakan, dirinya mengetahui media yang dimaksud, tetapi memilih untuk tidak menyebutkannya. "Saya enggak sebutlah media mana. Pada saatnya saya sebut. Kalian sudah tahulah."

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjunjung demokrasi dan tidak antikritik. "Kita negara demokrasi. Kita tidak antikritik." 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network