Temuan tersebut berasal dari tautan media sosial NASA yang sudah tidak aktif, sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain untuk kepentingan phishing maupun penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan lembaga tersebut.
Temuan itu kemudian dilaporkan melalui mekanisme responsible disclosure dan diverifikasi oleh tim keamanan NASA. Atas kontribusinya, Ibrahim menerima Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi karena telah membantu meningkatkan keamanan sistem NASA.
Ibrahim mengaku, membutuhkan waktu sekitar enam hari untuk memastikan temuannya. Selama proses tersebut, ia menghabiskan waktu tiga hingga empat jam setiap hari di depan komputer.
Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan bantuan perangkat berbasis kecerdasan buatan DeepSeek. Namun, kemampuan coding yang dimilikinya diperoleh melalui belajar secara otodidak dari internet, YouTube, komunitas daring, serta bimbingan orang tuanya yang merupakan guru komputer di salah satu SMK di Boyolali.
Selain NASA, Ibrahim juga pernah menemukan kerentanan pada sistem milik Pemerintah Provinsi Lampung dan memperoleh sertifikat penghargaan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
