"Keberhasilan KF-21 adalah pencapaian luar biasa yang dimungkinkan berkat kerja keras para teknisi, dan juga dukungan masyarakat yang percaya pada kekuatan kemampuan teknis kita," jelas Menteri DAPA Lee Yong-cheol, sebagaimana dilansir TRT.
Produksi Massal KF-21
DAPA berencana untuk mengirimkan pesawat tempur KF-21 pertama ke angkatan udara pada bulan September, dengan 40 pesawat dijadwalkan untuk dikerahkan pada tahun 2028.
Badan tersebut juga bertujuan untuk memproduksi 80 KF-21 yang telah ditingkatkan pada tahun 2032, sehingga total armada menjadi 120 pesawat seiring dengan percepatan upaya Korea Selatan untuk mengerahkan kekuatan tempur modern yang diproduksi di dalam negeri.
Indonesia Jadi Mitra Pengembangan
Indonesia telah bergabung dengan program KF-21 sebagai mitra pengembangan, setuju untuk berbagi biaya proyek sebagai imbalan atas transfer teknologi, pesawat prototipe, dan manfaat industri lainnya.
Penyelesaian program ini diharapkan dapat memperkuat ambisi Korea Selatan untuk menjadi eksportir pertahanan global sekaligus mengurangi ketergantungannya pada pesawat tempur impor.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
