Menurutnya, nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam Tapak Suci, seperti disiplin, kerja keras, ketangguhan dan keberanian, merupakan modal penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan.
Nilai tersebut, kata Kapolri, harus terus dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga karakter yang kuat serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dia juga melihat adanya kesamaan filosofi antara seorang pendekar Tapak Suci dengan tugas dan pengabdian anggota Polri. Seorang pendekar dituntut untuk membela kebenaran dan melindungi mereka yang lemah. Nilai tersebut sejalan dengan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya kesamaan ini, kita harapkan adanya kolaborasi antara teman-teman Tapak Suci dengan seluruh anggota Polri yang bisa dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut, lanjut dia, dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan, termasuk pengembangan Tapak Suci di lingkungan Mabes Polri, Polda hingga Polres, serta kegiatan bersama lainnya yang berorientasi pada pembinaan generasi muda dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolri juga mengajak Tapak Suci dan Polri untuk bersama-sama menjaga kesejukan di tengah masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan ruang digital. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu masa depan mereka, mulai dari disinformasi dan misinformasi, penyalahgunaan narkoba, judi online hingga berbagai perilaku negatif lainnya.
“Saya yakin akan berjalan dengan baik apabila Polri dan Tapak Suci bersinergi dan berkolaborasi. Harapan saya ke depan ini bisa diwujudkan di lapangan, bisa diimplementasikan untuk menjaga bangsa ini, negara ini dan juga rakyat kita dari berbagai macam ancaman,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
