BANTUL, iNewsSemarang.id - Kisah inspiratif perjuangan M Amirul Ramli menggapai pendidikan tertinggi, patut diacungi jempol. Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkahnya untuk meraih gelar doktor.
Amirul yang pernah menjadi marbot masjid dan berjualan keliling demi menyambung hidup tersebut kini punya nama gelar Dr M. Amirul Ramli, SPd, MPd hasil dari perjuangannya.
Perjalanan hidup Amirul menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan dan semangat belajar mampu mengubah keterbatasan menjadi keberhasilan.
Gelar doktor diraih Amirul setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Pemaknaan Hidup pada Pelaku Self-Harm” dalam Ujian Disertasi Tertutup Program Studi Doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Perjalanan Amirul di Yogyakarta dimulai pada 2015 saat diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMY.
Berasal dari keluarga sederhana, Amirul harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya. Saat itu, kiriman uang dari orang tuanya hanya berkisar Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.
Untuk menghemat biaya, dia memilih mengabdi sebagai marbot di Masjid Khusnul Khotimah, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.
Namun pengabdian sebagai marbot saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Amirul kemudian berjualan keliling di berbagai lokasi keramaian.
Bahkan, dia kerap berjalan kaki dari kawasan kampus menuju Malioboro untuk menawarkan dagangannya kepada para pengunjung.
"Semua proses itu justru membuat saya menjadi lebih kuat dan sabar. Dari sana saya menemukan makna yang mendalam bahwa ilmu pengetahuan benar-benar dapat mengangkat derajat kehidupan seseorang," ungkap Amirul.
Menyadari kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas, Amirul aktif mencari berbagai peluang beasiswa agar bisa terus melanjutkan pendidikan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
