Tak hanya mengirimkan bantuan logistik, Polda Jateng turut menerjunkan tiga dokter dan lima personel untuk membantu penanganan trauma healing bagi masyarakat terdampak. Kehadiran personel tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan masyarakat, khususnya mereka yang mengalami tekanan psikologis setelah menghadapi bencana.
Kapolda menegaskan, pengiriman bantuan ini merupakan tahap pertama dari Polda Jateng. Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah warga yang sedang membutuhkan.
“Ini tahap pertama dari Polda Jawa Tengah, semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Kita berdoa bersama agar pengiriman ini berjalan lancar dan sampai di lokasi tepat waktu,” tegasnya.
Selain menyiapkan bantuan logistik dan personel, Polda Jateng juga membuka donasi kemanusiaan bagi korban gempa bumi di NTT yang melibatkan seluruh personel satuan kerja di lingkungan Mapolda Jateng. Langkah tersebut menjadi ruang bagi keluarga besar Polda Jateng untuk bersama-sama memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.
Bagi Polda Jateng, bantuan kemanusiaan tersebut bukan hanya tentang mengirimkan barang, tetapi tentang memastikan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi bencana mengetahui bahwa mereka tidak sendirian. Semangat kemerdekaan diwujudkan dengan kepedulian dan gotong royong, serta kehadiran negara untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menata kehidupan setelah bencana.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
