Viral Penjaga Palang Pintu Pelintasan Dekoro Pekalongan Tertidur saat KA Melintas, Ini Kata Daop 4

Ahmad Antoni
Petugas palang pintu pelintasan KA di Dekoro Pekalongan Timur saat didatangi warga. (Foto: IG pekalonganinfo)

PEKALONGAN, iNewsSemarang.id – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang petugas palang pintu kereta api (KA) tertidur saat KA melintas di pelintasan Dekoro, Kelurahan Setoni, Kecamatan Pekalongan Timur, Kabupaten Pekalongan.

Dalam video yang diunggah Instagram @pekalonganinfo menulis narasi: “Sebuah insiden membahayakan terjadi di perlintasan kereta api Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, setelah palang pintu pembatas tidak ditutup saat kereta melintas akibat petugas penjaga tertidur. Beruntung, warga yang berada di lokasi dengan sigap menghentikan laju kendaraan secara mandiri sehingga kecelakaan dapat dihindari”.

“Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 WIB. Kondisi di sekitar lokasi saat kejadian sedang cukup ramai karena bertepatan dengan adanya acara pembagian hadiah jalan sehat warga setempat,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang memahami kekhawatiran masyarakat terkait kejadian di perlintasan sebidang wilayah Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, pada Minggu (30/8/2026) pagi.

KAI menegaskan bahwa aspek keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta api merupakan prioritas utama yang harus dijaga bersama.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, sekitar pukul 08.30 WIB terdapat kereta api yang melintas di lokasi tersebut ketika palang perlintasan belum tertutup. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat laporan kecelakaan maupun korban.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, KAI memahami kekhawatiran masyarakat atas kejadian tersebut dan mengapresiasi kesigapan warga yang segera membantu mengamankan arus kendaraan saat kereta api melintas.

“Keselamatan merupakan hal utama dan menjadi perhatian bersama. Kami akan melakukan evaluasi dengan pengelola perlintasan sebidang tersbut untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di waktu yang akan datang,” ujar Luqman, Senin (31/8).

Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi guna memastikan sistem pengamanan, kesiapan petugas, serta prosedur keselamatan di perlintasan dapat berjalan dengan baik.

Menurut Luqman, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara operator kereta api, pemerintah daerah, pengelola jalan, pengelola perlintasan, aparat kewilayahan, serta masyarakat.

KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan ketika melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, memastikan kondisi jalur aman, melihat ke kanan dan kiri, serta mendahulukan perjalanan kereta api ketika akan melintas.

“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama untuk semakin memperkuat budaya keselamatan. KAI akan terus proaktif melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. Sampai dengan Agustus 2026, KAI Daop 4 telah melakukan sosialisasi sebanyak 267 di perlintasan sebidang, sekolah maupun ke masyarakat dan juga 14 penutupan perlintasan sebidang liar.

“KAI berkomitmen terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder agar keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network