Konser Young Virtuosi: A Journey Begins, Momentum Unjuk Kebolehan Siswa lewat Karya Piano Klasik

Ahmad Antoni
Konser tahunan Yudistira Music 2026 bertajuk “Young Virtuosi: A Journey Begins” menghadirkan kolaborasi siswa dengan musisi profesional. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Konser tahunan Yudistira Music 2026 bertajuk “Young Virtuosi: A Journey Begins” tak hanya menjadi panggung tentang siapa yang memainkan nada paling sempurna. 

Bagi Yudistira Music, panggung justru menjadi ruang untuk merayakan keberanian, proses belajar, kerja keras, dan mimpi anak-anak yang sedang memulai perjalanan mereka di dunia musik. Itulah semangat yang terasa dalam konser yang digelar di Radjawali Semarang Cultural Center, Minggu (30/8/2026).

Konser ini sekaligus menjadi momentum bagi para siswa untuk menunjukkan hasil dari latihan panjang sekaligus mengekspresikan jiwa mereka melalui karya-karya piano klasik.

Founder Yudistira Music, Midya Wirawan menjelaskan, pendidikan musik yang diberikan tidak semata-mata bertujuan membuat anak mampu memainkan piano dengan indah. Lebih dari itu, Yudistira Music ingin membangun fondasi bermain piano klasik dengan teknik yang benar sekaligus membentuk karakter anak melalui proses bermusik.

“Kami percaya bahwa belajar piano bukan hanya tentang memainkan nada dengan indah. Kami berkomitmen membangun dasar bermain piano klasik dengan teknik yang benar. Fondasi yang kuat adalah bekal yang sangat berharga dalam perjalanan bermusik mereka,” jelas Midya.

Menurutnya, musik klasik mengajarkan banyak hal yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui teori di ruang kelas. Dari latihan demi latihan, anak-anak belajar mengenai disiplin, ketekunan, konsentrasi, kesabaran, keberanian menghadapi tantangan hingga kemampuan menghargai sebuah proses.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para siswa Yudistira Music. Sebab, tidak ada seorang pianis yang tiba-tiba mampu tampil di atas panggung tanpa melewati proses panjang.

Ada jari-jari kecil yang dahulu masih kaku menekan tuts. Ada latihan yang harus diulang berkali-kali. Ada rasa lelah, gugup, bahkan mungkin keinginan untuk menyerah. Namun, dari proses itulah keberanian dan kemampuan perlahan tumbuh.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network