Namun, di tengah kabar duka tersebut, beredar informasi yang mengaitkan meninggalnya dokter PPDS tersebut dengan dugaan perundungan atau bullying di lingkungan PPDS.
Menanggapi informasi tersebut, Undip menyatakan mencermati secara serius dan melakukan klarifikasi internal. Pihak kampus juga berkoordinasi dengan RSUP Dr Kariadi untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan objektif.
Undip menegaskan proses klarifikasi dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang sekaligus mengungkap fakta secara menyeluruh.
"Almarhumah tercatat sebagai mahasiswa angkatan ke-85 Program Studi Kedokteran Jiwa. Dia resmi masuk sebagai peserta PPDS pada 16 Juli 2026 dan masih berada pada semester pertama belum praktik di rumah sakit," sebutnya.
Pihak keluarga almarhumah juga meminta agar persoalan tersebut tidak diperpanjang terlebih dahulu hingga ada kejelasan dari proses klarifikasi.
Sementara, jenazah dr Yuda Nabila Prameswari dibawa keluarga ke rumah duka di Serang, Banten. Almarhumah diketahui juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Serang, Banten.
Undip memastikan akan terus mengawal proses klarifikasi dan berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, profesional, serta bebas dari segala bentuk perundungan.
Hingga kini, dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya dr Yuda Nabila Prameswari masih dalam proses penelusuran pihak terkait.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
