Menurutnya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan pengelola bandara untuk memastikan mobilitas kafilah tetap berjalan apabila terjadi gangguan penerbangan.
"Kemarin saya sudah menyampaikan kepada Garuda juga, kalau memang nanti ada penutupan yang sifatnya insidental, kita nanti akan bikin rute yang senyaman mungkin untuk kafilah," ujarnya.
Taj Yasin menyebut gangguan penerbangan sebelumnya terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, terdapat sekitar 10 provinsi yang penerbangannya terdampak karena harus melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Karena itu, apabila kembali terjadi penutupan sejumlah bandara, penerbangan kafilah akan diarahkan melalui rute alternatif dengan memanfaatkan bandara-bandara penunjang.
"Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang," katanya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
