“Sebanyak 1.300 fragmen karang jenis Acropora spp. dan Porites spp. ditanam dan dipasang pada media rehabilitasi yang telah ditempatkan di lokasi transplantasi,” imbuh General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto.
Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, dipasang 100 unit spider web dan 1 unit biorock sebagai media rehabilitasi terumbu karang. Sulistyo juga menginformasikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kondisi ekosistem terumbu karang, meningkatkan luasan tutupan karang hidup pada lokasi rehabilitasi, serta menyediakan habitat yang lebih baik bagi berbagai jenis biota laut.
Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi dan pengelolaan ekosistem laut secara berkelanjutan melalui sinergi antara pengelola kawasan, masyarakat, dan mitra TJSL.
“Konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui program ini, kami melihat bagaimana perusahaan, Balai Taman Nasional, komunitas, dan stakeholder daerah dapat bergerak bersama untuk memberikan manfaat bagi ekosistem,” ujarnya.
Dia memandang Karimunjawa tidak hanya sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
