Waspada Penipuan Tiket KA Berkedok Rekayasa Sosial via PayLater, Ini Panduan Transaksi yang Aman

Ahmad Antoni
KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan berkedok rekayasa sosial (social engineering) yang memanfaatkan fitur pembiayaan digital (PayLater) pada platform pihak ketiga/e-commerce. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang terus memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat dalam bertransaksi digital. 

Sebagai langkah preventif, KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan berkedok rekayasa sosial (social engineering) yang memanfaatkan fitur pembiayaan digital (PayLater) pada platform pihak ketiga/e-commerce.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa modus tersebut murni menyasar manipulasi psikologis korban dan bukan merupakan kerentanan pada sistem pemesanan tiket kereta api. 

Modus diawali ketika pelaku membujuk korban dengan dalih meminta tolong, menawarkan imbalan komisi, atau iming-iming keuntungan instan untuk memesankan tiket kereta api menggunakan limit PayLater akun pribadi milik korban.

"Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya," ungkap Luqman, Senin (14/9/2026).

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network