Sementara itu bagi Nuraini (73), kegiatan trekking ini seakan menjadi nostalgia bagi dirinya. “Nostalgia bagi saya, karena sejak sekolah saya sudah biasa ikut lomba gerak jalan yang paling jauh jarak 28 Km dari Karangjati ke Balai Kota Semarang. Itu waktu SMEA,” ujar Nuraini.
“Dalam trekking Bulusan ini, tantangan paling berat saat tanjakan menjelang akhir. Untu seusia saya itu memang berat,” akunya.
Beda yang disampaikan Rio (11), salah satu peserta kelompok anak. Dia mengaku sangat senang bisa mengikuti trekking. “Trekkingnya seru banget. Waktu jalan aman, lewat tanjakan ada pohon lewati kotoran kerbau. Waktu nanjak serasa naik gunung,” ucapnya.
“Selain memang membuat guyup warga kami, kegiatan trekking ini juga membuat semangat dan budaya olahraga di lingkungan semakin kuat, sehingga menjadi momentum bersama gaya hidup sehat bagi warga,” jelasnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
