Alumni dan Kader PMII di Semarang Doakan Kesembuhan Habib Umar Muthohar

Sulhanudin Attar
Refleksi dan tasyakuran memperingati Harlah ke-62 tahun PMII diikuti para alumni lintas angkatan dan kader PMII di Kota Semarang. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Alumni dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Kota Semarang mengirimkan doa untuk kesembuhan Habib Umar Muthohar. Doa yang dipanjatkan dalam acara memperingati hari lahir ke-62 PMII ini, dikhususkan untuk para pendiri dan senior organisasi kemahasiswaan yang dikenal dekat dengan ormas NU tersebut.

Mahbub Zaki, Sekretaris PC IKA PMII Kota Semarang, mengatakan Habib Umar Muthohar yang merupakan senior alumni PMII saat ini sedang menjalani pengobatan di RS Buchholz, Jerman. Alumni PMII Universitas Diponegoro itu berobat ke Jerman sejak awal April.

Di tengah acara memperingati Harlah PMII yang digelar di Kelurahan Jatisari, Mijen, pada Minggu (17/4/2022), pihaknya secara khusus mendoakan para pendiri dan senior PMII, termasuk Habib Umar Muthohar.

“Selain mendoakan para muassis PMII, para senior, kami secara khusus juga mengirimkan doa untuk kesembuhan Habib Umar Al Muthohar yang saat ini sedang gerah. Semoga beliau segera diberikan kesehatan dan bisa berkumpul bersama kita lagi,” ungkap Gus Bobi, sapaan Mahbub Zaki.

Diberitakan sebelumnya, PC IKA PMII Kota Semarang menggelar refleksi dan tasyakuran memperingati Harlah ke-62 tahun PMII. Acara dihadiri Ketua Umum Pengurus Wilayah IKA PMII Jawa Tengah, Prof Musahadi, dan para pengurus wilayah dan cabang.


Dari 120an undangan yang disebar, sebanyak 250 alumni dan kader yang hadir. Acara yang digelar di rumah Mahbub Zaki di Jatisari, Mijen, ini penuh hingga di halaman rumah.

 

Selain alumni, para pengurus dan kader PMII di Kota Semarang juga turut hadir berdiskusi dengan para seniornya di IKA PMII.

Diskusi refleksi diisi oleh Prof Musahadi, Prof Syamsul Maarif dan Kiai Imam Yahya. Ketiga pembicara menyampaikan pandangannya memaknai harlah PMII dalam perspektif masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.  

“Masa lalu sebagai fakta sejarah, tidak dapat dihapus dan menjadi pelajaran. Sedang masa sekarang yang sedang berlangsung, menjadi cerminan untuk melihat masa depan,” terang Prof Musahadi.

Diskusi sebagai refleksi memperingati harlah disambung dengan buka bersama. “Acara ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara alumni dan kader, biar sanad pergerakan dan paseduluran tidak terputus,” kata Gus Bobi, yang bertindak sebagai tuan rumah.

Editor : Sulhanudin Attar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network