Sebanyak 337.961 kasus atau 89,76 persen terjadi di ranah personal. Data tersebut menunjukkan rumah, relasi perkawinan, dan relasi intim masih menjadi ruang yang rentan bagi perempuan.
PWI Salatiga Tekankan Pencegahan Reviktimisasi
Ketua PWI Kota Salatiga H Surya Yuli P mengatakan, pelatihan tersebut penting untuk memperbarui pengetahuan wartawan dan pegiat media dalam menangani kasus kekerasan berbasis gender.
Menurutnya, pengalaman panjang wartawan dalam meliput kasus kriminal harus tetap diimbangi dengan pemahaman mengenai kondisi dan perspektif korban.
"Memang susah dan akhirnya kita memutuskan untuk tidak mengekspos. Kalau sampai diekspos, bagaimana rasa sakitnya korban maupun, saya yakin, keluarga di sekitarnya," kata Surya.
Dia menegaskan, tidak semua informasi yang diperoleh dalam proses jurnalistik harus dipublikasikan apabila justru berpotensi memperburuk kondisi korban maupun keluarganya.
Surya berharap pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan baru bagi jurnalis agar pemberitaan kasus kekerasan dilakukan secara profesional, etis, akurat, dan tidak menimbulkan dampak buruk baru bagi korban.
"Kalau memang terjadi, bisa kita minimalisasi sehingga tidak terjadi yang disebut reviktimisasi maupun kekerasan yang lainnya. Do not harm, ya, do not harm," ujarnya.
Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender, kerangka hukum perlindungan korban, serta menerapkan perspektif korban dalam proses peliputan hingga penyusunan berita.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
