Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan juara, melainkan juga sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki landasan keagamaan yang kokoh.
Di madrasah diniyah, kata dia, para santri tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, fikih, dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan, termasuk madrasah diniyah dan pesantren.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, karakter, dan spiritualitas.
Kepada seluruh peserta, Ischak berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap menjaga akhlakul karimah. “Menang adalah prestasi, tetapi mampu menerima kekalahan dengan lapang dada juga merupakan kemenangan yang luar biasa,” ujarnya.
Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim menilai semangat dan kekompakan para pengurus FKDT di berbagai daerah menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi santri madrasah diniyah.
Menurutnya, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta santri, khususnya dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan prestasi peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
