Peristiwa 14 Oktober: Sejarah dan Kisah Heroik di Balik Pertempuran Lima Hari di Semarang

Ahmad Antoni
Teatrikal pertempuran lima hari di Semarang, di kawasan bundaran Tugu Muda. (Foto IG @pertempuran5harismg)

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Tanggal 14 Oktober dikenang sebagai peristiwa pertempuran lima hari di Semarang. Pertempuran ini mengisahkan perjuangan heroik para pemuda mengusir pendudukan tentara Jepang. 

Dalam momen bersejarah tersebut, masyarakat khususnya generasi muda mengenang bagaimana perjuangan rakyat Semarang dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Momentum 81 tahun yang lalu, tepatnya pada 14 Oktober 1945, rakyat Semarang dari berbagai latar belakang bersatu bulat melakukan perlawanan sengit terhadap tentara Jepang yang menduduki Kota Semarang.

Pada Minggu (14/10/1945), sekitar pukul 09.00 WIB para pemuda dipimpin Mr Wongsonegoro yang saat itu menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mendatangi markas Kido Butai di Jatingaleh bersama ratusan pemuda untuk meminta penyerahan senjata Jepang.

Mereka menganggap, sejak Jepang kalah dari sekutu akibat pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, maka kekuasaan Jepang atas Indonesia runtuh. 

Para pemuda pun menagih janji Jepang sebagai saudara tertua dengan menyerahkan persenjataan yang dimiliki sebagai bekal perjuangannya mempertahankan Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network