Peristiwa 14 Oktober: Sejarah dan Kisah Heroik di Balik Pertempuran Lima Hari di Semarang

Ahmad Antoni
Teatrikal pertempuran lima hari di Semarang, di kawasan bundaran Tugu Muda. (Foto IG @pertempuran5harismg)

Namun Jepang yang ada di luar Semarang dengan Jepang Kido Butai yang bermarkas di Jatingaleh berbeda. Pasukan Kido Butai pimpinan Mayor Kido tak mau menyerahkan senjata. 

Alasannya karena pasukan Kido merupakan bala tentara yang memiliki kualifikasi khusus atau semacam pasukan tempur komando. Jadi tabu menyerahkan senjata begitu saja tanpa peperangan.

Para pemuda pun marah dan Mayor Kido mengambil siasat untuk menenangkan pemuda dan agar tak jadi pertikaian. Akhirnya senjata-senjata yang rusak diserahkan pada pemuda. Mereka kegirangan tanpa menyadari kalau senjata yang diserahkan dalam kondisi rusak.


Pertunjukan teatrikal peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang di Kawasan Tugu Muda, Kota Semarang pada Sabtu 14 Oktober 2023 malam.(foto: istimewa)

Setelah mereka pulang ke markas pengendali yang merupakan Markas Angkatan Muda di Jalan Pemuda 88/89 Semarang dan membongkarnya, mereka sadar bahwa senjata yang diserahkan memang rusak semua.

Para pemuda pun marah dan dengan bekal senjata rusak dan aneka alat bela diri pun menyebar ke seluruh wilayah kota. mereka bergerak membabi buta mencari warga Jepang.

Begitu menemuinya di jalan-jalan, warga Jepang banyak mendapat siksaan pentungan, ditelanjangi dan diminta jalan kaki dengan celana kolor, hingga ada yang dibunuh dan diculik.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network