Kisah Sukses Noah Shinn, Rela Drop Out Kuliah demi Bangun Startup AI hingga Raup Rp181 Triliun

Aditya Pratama
Noah Shinn (23), membangun startup AI Instinct hingga bernilai Rp181,34 triliun setelah keluar dari kuliah dan mengembangkan asisten AI bernama Instinct. (Foto: Website Noah Shinn)

Namun, layanan Instinct masih menggunakan sistem akses berbasis undangan. Perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas komputasi agar dapat melayani lebih banyak pengguna.

Perjalanan dari Mahasiswa hingga Merintis Pengembangan Agen AI

Sebelum mendirikan Instinct, Shinn merupakan mahasiswa Northeastern University di Boston, Amerika Serikat. Dia meninggalkan bangku kuliah pada 2023 untuk bergabung dengan Sierra, perusahaan rintisan yang mengembangkan agen AI bagi kebutuhan bisnis.

Ketertarikan Shinn terhadap kecerdasan buatan telah muncul sejak masih kuliah. Dia turut menulis penelitian berjudul Reflexion: Language Agents With Verbal Reinforcement Learning bersama Ashwin Gopinath, yang saat itu merupakan profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Penelitian tersebut membahas metode yang memungkinkan agen AI mengevaluasi respons sebelumnya, mempelajari umpan balik, dan menyimpan informasi untuk meningkatkan kinerja berikutnya. Hasil penelitian mereka dipresentasikan dalam konferensi NeurIPS pada 2023, salah satu konferensi terkemuka di bidang AI.

Setelah bekerja di Sierra sebagai salah satu karyawan awal, Shinn meninggalkan perusahaan tersebut pada September 2025. Sebulan kemudian, dia mendirikan Instinct untuk mengembangkan asisten AI pribadi.

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network