get app
inews
Aa Text
Read Next : Jateng Masih Zero MPox, Dinkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Stunting Melonjak, Dinkes Kendal Beri Alat Ukur Bayi dan Makanan Bernutrisi ke 1.400 Posyandu

Rabu, 20 Juli 2022 | 14:55 WIB
header img
Rembuk Stunting digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.(Foto: iNewsSemarang/Agus Riyadi)

 

KENDAL, iNewsSemarang.id - Tekan melonjaknya kasus stunting di Kabupaten Kendal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal berencana memberikan alat ukur bayi dan tambahan makanan bernutrisi ke 1.400 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Pemberian tambahan makanan bernutrisi juga akan diberikan untuk remaja putri di Kabupaten Kendal. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kendal, Parno usai acara Rembuk Stunting yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (20/7/2022).

Dalam menekan tingginya kasus stunting, Dinkes Kendal juga akan menggandeng seluruh stakeholder.

"Kita semua mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten akan bergerak bersama demi percepatan penurunan stunting ini," katanya.

Parno menjelaskan, peningkatan kasus stunting hingga mencapai 13% disebabkan karena dioptimalkannya sejumlah pendataan di desa-desa. Hal ini berbeda dengan di tahun 2021, karena di tahun tersebut pendataan kurang optimal karena pandemi Covid-19. Dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal, kasus stunting tertinggi dijumpai di wilayah Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Patean dan Pageruyung.

"Kita targetkan sampai akhir tahun ini, stunting turun 3,5 persen-5 persen," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Kendal Windu Suko Basuki mengaku sangat prihatin dengan melonjaknya angka stunting di Kabupaten Kendal pada tahun 2022 ini. Kasus stunting di Kendal melonjak sekitar 13% dari sekitar 5 ribu kasus pada 2021 dan kini menembus angka 7 ribu kasus.

"Ini sangat memprihatikan, kita kalah dengan Kabupaten Batang dan Kabupaten Semarang. Apalagi dengan Kota Semarang," kata Wabup Basuki.

Sebagai langkah evaluasi, seluruh stakeholder mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten diminta untuk bekerja keras dalam menurunkan kasus stunting. 

Menurut Basuki, langkah penanganan serius sangat penting dilakukan mengingat jumlah anggaran yang dikucurkan untuk penanganan stunting dari APBN sangat besar. Jumlahnya sekitar Rp 7 miliar sampai Rp 9 miliar.

"Kabupaten Semarang yang dianggarkan hanya Rp4 miliar saja bisa menurunkan kasus stunting," ungkapnya.

Dia berharap, dengan kerja keras yang dilakukan seluruh stakeholder benar-benar bisa menurunkan kasus stunting di Kabupaten Kendal. Pasalnya, penanganan stunting dinilainya sangat mudah dan murah. 

"Makanan bergizi itu bukan sesuatu yang mahal. Kacang ijo itu murah. Susu itu juga murah. Semua kita ada," jelasnya.

Editor : Agus Riyadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut