Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 25.000 Penari Dug Dug Der Semarangan Pecahkan Rekor Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Mbak Ita Ingin Jadikan Semarang Destinasi Wisata Religi

Selasa, 02 Mei 2023 | 19:43 WIB
  • author Antara
Mbak Ita Ingin Jadikan Semarang Destinasi Wisata Religi
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Haul Ke-123 KH Sholeh Darat di Semarang, Senin (1/5/2023). (Antara)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Ada banyak makam ulama-ulama besar Nusantara yang lokasinya terletak di Kota Semarang. Melihat daya tarik tersebut, Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu ingin menjadikan Kota Atlas sebagai salah satu kota tujuan wisata religi di Jawa Tengah.

Salah satu ulama masyhur di Kota Semarang yang makamnya rutin dikunjungi peziarah adalah makam KH Muhammad Sholeh bin Umar Al Samarani. Tokoh agama yang akrab disebut Mbah Sholeh Darat ini makamnya terletak di kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota Semarang.

"Harapannya, ini bisa menjadi salah satu wisata religi," kata Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita saat kegiatan Maulidurrosul dan Haul Ke-123 KH Sholeh Darat di Semarang, Senin (1/5/2023).

Menurutnya, kisah-kisah ulama besar di Kota Semarang bisa dinarasikan menjadi story telling sehingga masyarakat semakin paham dengan sejarah perkembangan Islam, khususnya di Kota Semarang.

Artinya, Kota Semarang adalah salah satu kota penting yang memiliki andil dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara dengan banyaknya ulama-ulama besar yang bermukim di wilayah tersebut.

"Di Kota Semarang juga memiliki ulama-ulama besar yang bisa dibuatkan story telling. Jadi, masyarakat akan semakin tahu bagaimana perkembangan agama Islam di Kota Semarang," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, Ita mengingatkan bagaimana peran dan sumbangsih KH Sholeh Darat untuk Indonesia, dengan menilik dari peran murid-muridnya, seperti KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, dan RA Kartini.

"Beliau menjadi ulama yang luar biasa, di mana beliau menjadi guru-guru tokoh nasional seperti pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari, pendiri organisasi Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, dan tokoh perempuan RA Kartini," katanya.

Editor: Maulana Salman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut