Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Video Monolog Gibran di YouTube Tuai Sorotan Netizen, Begini Respons Wamensesneg
Advertisement . Scroll to see content

Ckck.. Youtube Shorts Tembus 5 triliun Views Dalam 1.5 Tahun

Sabtu, 29 Januari 2022 | 05:45 WIB
  • author Intan Rakhmayanti Dewi
Ckck.. Youtube Shorts Tembus 5 triliun Views Dalam 1.5 Tahun
Kurang dari 2 Tahun, YouTube Shorts Tembus 5 Triliun Views (Foto: Unsplash)

MOUNTAIN VIEW, iNews.id - Sejak pertama kali dirilis hingga saat ini Youtube Shorts telah mengumpulkan lebih dari 5 triliun penayangan, baik di Android maupun PC. 

Meski baru memulai debut sekitar satu setengah tahun lalu, namun, platform berbagi video itu tampaknya sudah menarik banyak perhatian penonton.  

Melalui blog resminya, CEO YouTube Susan Wojicicki mengungkap tonggak baru untuk Shorts. Ia juga mengungkap apa yang akan menjadi fokus perusahaan kedepannya. 

Mengutip laman Android Central, Jumat (28/1), tahun ini layanan berbagi video milik Google itu berencana mengeksplorasi metode baru membantu pembuat konten menghasilkan uang dengan konten mereka. 

Wojcicki mengatakan YouTube akan membantu pembuat Shorts membangun konten bersponsor dengan mencocokkannya dengan merek tertentu melalui program yang disebut BrandConnect. 

Dalam pengumuman itu dia mengungkapkan dana 100 juta dolar AS YouTube untuk pembuat Shorts, yang diumumkan tahun lalu, sekarang tersedia di lebih dari 100 negara. 

Pada Agustus tahun lalu, YouTube mulai membayar pembuat konten antara 100 dolar AS dan 10.000 dolar AS per bulan berdasarkan penayangan dan keterlibatan mereka di platform video pendek tersebut. 

YouTube juga ingin memasukkan fitur belanja ke dalam Shorts dengan mengandalkan program yang sudah ada yang penonton menelusuri dan berbelanja produk unggulan yang muncul di samping video.

Selain itu, layanan ini akan memperluas fitur remixnya yang memungkinkan membuat Shorts menggunakan audio dari video YouTube. Di luar metode tersebut, YouTube sedang mengincar perluasan opsi monetisasi untuk pembuat konten, termasuk penggunaan token nonfungible (NFT).

Editor: Miftahul Arief

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut