Tradisi Makan Lontong Cap Go Meh, Merawat Akulturasi Budaya di Semarang

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Ratusan siswa hingga guru TK-SD-SMP Kuncup Melati Semarang makan bersama dengan menu khas lontong Cap Go Meh di aula sekolah setempat, Sabtu (24/2/2024).
Perayaan Cap Go Meh di sekolah gratis itu berlangsung semarak. Selain bersantap makan bersama lontong Cap Gomeh, para siswa juga dihibur atraksi barongsai, paduan suara hingga mendapatkan angpao.
Perayaan Cap Go Meh merupakan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa.
Peringatan Cap Go Meh dirayakan dengan berbagai kegiatan salah satunya dengan menyantap lontong Cap Go Meh merupakan makanan perpaduan dari Indonesia dan China yang sudah secara turun temurun dilaksanakan.
Menurut Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee, Wong Aman Gautama, lontong Cap Go Meh merupakan wujud pembauran dari nenek moyang dan meneruskan tradisi yang bertujuan untuk kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Jawa.
“Lontong Cap Go Meh dipercaya sebagai simbol perpaduan dua budaya, suasana meriah tahun baru dan simbol keberuntungan,” katanya.
Selain itu, lontong yang dibungkus memanjang dianggap sebagai simbol usia panjang. Kemudian telur yang menjadi pelengkap hidangan dianggap sebagai simbol keberuntungan.
Sedangkan untuk kaldu santan dan kunyit melambangkan emas yang merupakan simbol kemakmuran.
Editor : Ahmad Antoni