Fenomena Bledug Kramesan di Grobogan, Ini Penjelasan Badan Geologi Kementerian ESDM

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya mud diapir yaitu :
1. Amblesan:
tektonik penurunan yang stabil (stable tectonic submergence),
2. Kecepatan pengendapan:
pengendapan yang cepat dari sedimen berumur muda yang tebal (rapid deposition of thick young sediments),
3. Lapisan plastis:
terdapat lapisan yang plastis di bawah permukaan (presence of plastic strata in the subsurface),
4. Overpressure dan under-compacted:
cairan mengalami overpressure dan sedimen di bawah pemadatan (fluid overpressure and under-compacted sediments),
5. Potensi hidrokarbon:
pasokan gas yang cukup dan potensi hidrokarbon yang tinggi (enough gas supply and high hydrocarbon potential),
6. Produksi air diagenetik:
produksi air secara diagenesa dari serangkaian lempung yang terkubur (production of diagenetic waters from buried clayey series),
7. Tektonik kompresi:
kedudukan tektonik kompresi dengan banyak patahan dan kegempaan yang tinggi (compressional setting-numerous faults-high seismicity),
8. Gradien panasbumi tinggi:
kemungkinan dengan gradien panas bumi yang tinggi (possibly high geothermal gradient).
Secara struktur geologi bledug terletak pada area yang tidak padat patahan dan kelurusan karena sifatnya yang plastis. Sehingga pada daerah mud diapir tidak terindikasi adanya kelurusan patahan, namun terdapat struktur geologi berupa antiklin dengan sumbu relatif Barat Daya - Timur Laut.
Secara umum, litologi penyusun Zona Rembang adalah campuran antara karbonat laut dangkal dengan klastika, serta lempung dan napal laut dalam.
Editor : Ahmad Antoni