Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 25.000 Penari Dug Dug Der Semarangan Pecahkan Rekor Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Suhu di Jateng Lebih Dingin saat Puncak Kemarau, Ternyata Ini Penyebabnya

Selasa, 16 Juli 2024 | 08:41 WIB
  • author Ahmad Antoni
Suhu di Jateng Lebih Dingin saat Puncak Kemarau, Ternyata Ini Penyebabnya
Suasana kawasan Simpang Lima Semarang pada malam hari. (Foto: travelspromo.com)

Untuk suhu paling rendah, kata dia, terjadi di wilayah pegunungan, seperti Dieng, Wonosobo, dan sekitarnya yang dimungkinkan mencapai nol derajat celsius, dibuktikan dengan dijumpai embun upas.

"Untuk wilayah Kota Semarang, kami prakirakan (suhu terendah) berkisar 21-22 derajat celsius. Kalau normalnya pas tidak dingin sekitar 24-25 derajat celsius," sebutnya.

Memasuki puncak musim kemarau, kata dia, fenomena suhu dingin, terutama saat malam hari dimungkinkan akan terus terjadi dan menjadi lebih sering pada Agustus-September 2024 untuk wilayah Jateng secara umum.

Meski masih musim kemarau seperti saat ini, kata dia, dimungkinkan juga terjadi hujan secara tiba-tiba, namun hanya bersifat lokal sebagai fenomena yang masih normal.

"Untuk hujan, terutama yang bersifat lokal dan wilayah-wilayah yang bertopografi tinggi, seperti di pegunungan itu masih akan sangat mungkin juga terjadi," ujarnya.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut