Sambut Nataru, Daop 4 Semarang Lakukan Penggantian Rel Sepanjang 106.875 Meter dan 19 Wesel

“Dengan penggantian wesel ini, kami meminimalkan risiko gangguan operasional serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi perpindahan jalur, terutama di stasiun-stasiun padat penumpang,” jelasnya.
Inovasi Ramah Lingkungan: Bantalan Sintetis Gantikan Bantalan Kayu
Sebagai bagian dari komitmen terhadap kelestarian lingkungan, KAI Daop 4 Semarang mengganti bantalan kayu dengan bantalan sintetis. Hingga kini, 4.102 bantalan kayu di 29 jembatan telah diganti. “Bantalan sintetis tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga lebih tahan lama dan efektif meredam kebisingan, memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang,” kata Franoto.
Bantalan sintetis, teknologi yang pertama kali dikembangkan di Jepang, menawarkan keunggulan seperti daya tahan terhadap bahan kimia, usia pakai lebih dari 50 tahun, dan biaya perawatan yang lebih rendah.
Penambahan Batu Ballast untuk Stabilitas Jalur
Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga menambah 30.012 meter kubik batu ballast atau batu kricak di sepanjang jalur. Batu ballast ini sebelumnya dicuci untuk memastikan kebersihan dan keawetannya.
“Penambahan batu ballast bertujuan meningkatkan stabilitas dan daya tahan jalur KA, serta mengurangi potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem,” tambah Franoto.
Dengan berbagai peningkatan ini, KAI Daop 4 Semarang optimis menghadapi masa angkutan liburan Nataru dengan kesiapan maksimal. “Kami berharap upaya ini dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta keandalan perjalanan kereta api, memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni