Kudus-Pati Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas di Jalan Pantura Tersendat
KUDUS, iNewsSemarang.id – Banjir melanda wilayah Kudus dan Pati, Jawa Tengah. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan Pantura Kudus-Pati mengalami ketersendatan.
Kendaraan terpaksa harus berjalan melambat hingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang. "Arus lalu lintas di Jalur Pantura Kudus-Pati tersendat, terutama di Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, karena ada genangan banjir sejak Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB," ungkap Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean dikutip dari Antara, Senin (12/1).
Pihaknya pun menerjunkan personel di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas agar lancar. Dia mengimbau pengendara untuk tetap waspada dan hati-hati, terutama pengendara sepeda motor saat melintasi genangan tersebut.
Genangan banjir juga terjadi di barat perempatan lampu pengatur lalu lintas di Kerawang serta di Tenggeles, Kecamatan Jekulo, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.
Diketahui, banjir melanda Kudus pada Jumat (9/1/2026), sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan peningkatan debit air pada Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe.
“Luapan air dari ketiga sungai tersebut tidak dapat tertampung oleh alur sungai dan sistem drainase yang ada, sehingga menggenangi permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip, Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan, dampak banjir dirasakan di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe, dan Gebog. Pada awal kejadian, ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai sekitar 50 cm, dengan variasi genangan di sejumlah desa. Selain permukiman, banjir juga berdampak pada akses jalan, jembatan, serta lahan pertanian yang berada di sekitar daerah aliran sungai.
“Berdasarkan data sementara yang masih dalam proses pendataan, banjir ini berdampak pada sekitar 4.668 kepala keluarga atau 14.143 jiwa. Tercatat pula sekitar 4.668 unit rumah terdampak, 65 akses jalan tergenang, beberapa jembatan mengalami gangguan, serta kurang lebih 120,8 hektare areal persawahan terdampak,” sebut Abdul.
“Sebagian besar genangan banjir dilaporkan telah berangsur surut. Namun demikian, beberapa desa di Kecamatan Mejobo masih terdapat genangan dengan ketinggian sekitar 5–50 cm,” ungkapnya.
Editor : Ahmad Antoni