Kecelakaan Kerja di Jateng Terus Meningkat, Gus Yasin Minta Perusahaan Genjot Budaya K3
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng dan DIY menyebut, angka kecelakaan kerja terus meningkat dalam empat tahun terakhir, yaitu 15.408 kasus pada 2022; 18.225 kasus pada 2023; 21.828 kasus pada 2024; dan 32.870 kasus pada 2025.
Peningkatan angka kecelakaan kerja tersebut jadi perhatian Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen. Sehingga dia meminta perusahaan-perusahaan di wilayah Jawa Tengah untuk menggenjot pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Kepada dunia usaha, akademisi, dan pekerja, jadikanlah pembudayaan K3 melalui penguatan regulasi, pengawasan, dan pembangunan ekosistem K3 yang modern serta adaptif, " kata Taj Yasin saat acara Peringatan Bulan K3 Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (12/1).
Dia menjelaskan, pembudayaan K3 berarti menjadikan keselamatan sebagai nilai dan perilaku, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Hal ini tercermin dari kesadaran pekerja menggunakan alat pelindung diri, keberanian pimpinan menghentikan pekerjaan yang berbahaya, serta tumbuhnya tanggung jawab bersama atas keselamatan di tempat kerja.
Budaya K3, kata dia, hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kuat, sistem yang konsisten, pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, dan harus terintegrasi dengan sistem perusahaan.
“Sebab, setelah kita telusuri, ternyata kecelakaan itu banyak terjadi di luar tempat bekerja. Artinya dalam proses perjalanan, termasuk faktor kesehatan yang menimbulkan kematian. Ini yang saat ini masih menjadi concern kita bersama,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.
Editor : Ahmad Antoni