get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo Mahasiswa di Semarang Tanpa Aksi Anarkis, Polda Jateng Acungi Jempol

Wagub Jateng Taj Yasin Diadang Belasan Mahasiswa UNS, Reaksinya Mengejutkan

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:27 WIB
header img
Wagub Jateng Taj Yasin saat menemui dan berdialog dengan belasan mahasiwa UNS Solo. (foto: istimewa)

SOLO, iNewsSemarang.id – Aksi pengadangan dialami Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin usai mengisi Kuliah Ramadan jelang berbuka puasa di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026). Taj Yasin diadang belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Para mahasiswa tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung kepada Wagub yang akrab disapa Gus Yasin tersebut. 

Mereka menyoroti isu kemiskinan, pemerintahan, hingga realisasi sejumlah program pembangunan di Jawa Tengah. Taj Yasin memilih berhenti dan berdialog dengan para mahasiswa. 

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan berbagai program yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.

Salah satunya terkait penyelesaian ijazah siswa yang masih ditahan di sekolah swasta karena tunggakan biaya pendidikan.

“Kami memberikan program untuk masyarakat yang tidak mampu, yang saat ini masih ada kendala ijazahnya ditahan di sekolah-sekolah swasta karena belum bisa membayar. Ini akan kami selesaikan,” kata Taj Yasin.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat memperoleh pelayanan medis.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menanyakan perkembangan program satu rumah untuk satu kepala keluarga (KK) yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Taj Yasin menjelaskan bahwa program tersebut masih berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan.

Menurutnya, pemerintah memiliki beberapa skema untuk merealisasikan program tersebut, termasuk membantu pembangunan rumah bagi warga yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah.

“Kalau masyarakat sudah punya lahan tetapi belum bisa membangun rumah, itu kita bangunkan. Sementara bagi yang belum punya lahan, kita dorong melalui berbagai program penanganan backlog perumahan,” jelasnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut