Kisah Pilu Sulastri Korban Banjir Bandang Pemalang, Suami Meninggal usai Selamatkan 2 Anak
Sulastri berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka, namun Tanto hilang ditelan arus. Jasad Tanto baru ditemukan tim SAR Gabungan pada pagi harinya di titik yang berjarak 10 kilometer dari kediaman mereka.
Selain kehilangan nyawa kepala keluarga, Sulastri juga kehilangan seluruh harta bendanya. Usaha bengkel milik keluarga ludes disapu air. Tujuh sepeda motor pelanggan hanyut dan hilang, rumah hancur total diterjang material banjir dan perabot rumah tangga rusak parah.
"Kami belum tahu harus bagaimana dan sampai kapan tinggal di sini (pengungsian). Rumah dan bengkel semua sudah habis," ungkap Sulastri saat ditemui di pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari.
Banjir bandang di Desa Penakir mengakibatkan sedikitnya 10 rumah warga hanyut terbawa arus dan puluhan lainnya rusak berat. Hingga Minggu (25/1/2026), sebanyak 630 warga masih bertahan di tiga titik pengungsian utama yakni di Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, dan masjid.
Para pengungsi mengaku masih trauma dan dilingkupi rasa takut akan adanya banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah lereng Gunung Slamet tersebut masih terpantau sangat tinggi.
Editor : Ahmad Antoni