get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG Modifikasi Cuaca di Sumatera hingga Jawa Antisipasi Hujan Ekstrem

45 Bencana Terjang Wilayah Jateng Sepanjang Januari 2026, BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Selasa, 03 Februari 2026 | 08:26 WIB
header img
Kejadian longsor di wilayah Jawa Tengah. (Foto: Basarnas)

Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir yang menimpanya secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas.

Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan bahwa rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.

"Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," ujarnya.

Masyarakat Diimbau Tetap Siaga dan Aktif Lapor
Sekda Sumarno juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat, melalui kanal pengaduan cepat agar tim reaksi cepat dapat segera meluncur ke lokasi. 

Beberapa kanal yang dapat dikontak adalah 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan  Dinas Sosial Jateng (024) 8454962.

Sementara itu, berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani – Semarang pada 2 Februari 2026 Pkl. 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026. 

BMKG Imbau Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Prakirawan  BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II  Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,  namun tetap tenang akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, dengan menjauhi bantaran sungai serta menghindari aktivitas di lereng rawan longsor.

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang, serta menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar,
baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.

"Pemerintah Daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi/pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat," katanya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut