get app
inews
Aa Text
Read Next : Koperasi Merah Putih Sinergi Bersama Pasar Rakyat Hadirkan Sembako Murah

Pesta Retail 2026 di Yogyakarta, Wadah Kolaborasi dan Penguatan Kapasitas Para Toko Kelontong

Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:46 WIB
header img
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi kepada SRC atas pendampingan, pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring antar peritel pada Pesta Retail 2026 di Yogyakarta. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNewsSemarang.id - Sebagai wujud komitmen dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Sampoerna Retail Community (SRC) kembali menggelar Pesta Retail 2026 di Prambanan, Yogyakarta, setelah sebelumnya diadakan di Lido, Jawa Barat pada 26 Januari 2026. 

Rangkaian acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada 7.000 toko SRC terpilih, yang hadir sebagai perwakilan lebih dari 250.000 anggota SRC di seluruh Indonesia atas kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM melalui modernisasi toko kelontong, menjaga ketahanan perdagangan dalam negeri di tingkat ritel, dan menggerakkan roda perekonomian. 
 
Penyelenggaraan kegiatan di Yogyakarta dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Septo Soepriyatno, serta mitra strategis SRC.
 
Melalui Pesta Retail 2026, SRC kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong pemberdayaan UMKM toko kelontong sebagai penggerak utama perdagangan rakyat. 

SRC menerapkan pendekatan pendampingan berbasis komunitas yang terbukti mendorong pertumbuhan usaha toko kelontong, memperkuat struktur ekonomi masyarakat, serta menghadirkan dampak berkelanjutan dari tingkat lokal hingga nasional. 

Oleh karenanya, Pesta Retail 2026 ini selain menjadi momentum perayaan 18 tahun perjalanan SRC, juga menjadi wadah kolaborasi dan penguatan kapasitas para toko kelontong.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi fundamental dalam struktur perekonomian daerah. 

“Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong, warung, dan usaha ritel tradisional adalah simpul distribusi kebutuhan sehari-hari yang menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus menciptakan lapangan kerja di tingkat kampung dan desa. Dari ruang-ruang kecil inilah denyut ekonomi rakyat tumbuh dan bertahan,” ujarnya, Kamis (13/2).

Dalam konteks tersebut, Sri Sultan mengapresiasi SRC yang telah melakukan pendampingan, pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring antar peritel sehingga membantu ribuan toko kelontong beradaptasi dengan perubahan zaman. 

“SRC bukan sekadar komunitas, tetapi ekosistem pembelajaran dan pemberdayaan. Saya menyampaikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmennya selama hampir dua dekade membangun inisiatif ini. Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan, sektor swasta tumbuh, masyarakat ikut kuat,” jelasnya.

Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Septo Soepriyatno turut menyampaikan apresiasi kepada SRC atas upaya selama 18 tahun dalam mengembangkan pelaku usaha toko kelontong melalui berbagai program SRC sehingga mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut