get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengakuan Sopir Mobil MBG Penabrak Puluhan Siswa SD: Mau Ngerem Malah Injak Gas

Jelang Akhir Operasi Keselamatan Candi 2026: 27.115 Pelanggaran Ditilang ETLE, 30.045 Ditegur

Minggu, 15 Februari 2026 | 07:26 WIB
header img
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Polda Jawa Tengah merilis rekapitulasi hasil kegiatan hingga hari ke-12 pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Data yang dihimpun hingga Jumat (13/2/2026) menunjukkan komitmen kuat jajaran kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut selama periode 2 hingga 13 Februari 2026, tercatat total 51.736 perkara pelanggaran yang ditindak. 

Dari jumlah tersebut, tindakan melalui mekanisme ETLE mendominasi sebanyak 27.115 perkara, sementara 30.045 pengendara diberikan teguran simpatik.

“Pelanggaran masih didominasi oleh pengendara roda dua dengan total 19.862 pelanggar. Jenis pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm SNI sebanyak 10.245 kasus, disusul melawan arus, pengendara di bawah umur, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi,” ungkap Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Sabtu (14/2/2026).

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, tercatat 1.829 pelanggaran dengan mayoritas pelanggar tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt) dan penyalahgunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang.

Kombes Pol Artanto menyoroti fakta bahwa mayoritas pelanggar berada pada rentang usia produktif, yakni 16-30 tahun, yang mencapai 13.893 orang atau 64 persen dari total pelanggar.

“Angka ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas muda, mengingat mereka adalah kelompok yang paling rentan terlibat dalam insiden di jalan raya,” ujarnya.

Terkait angka kecelakaan, tercatat terjadi 574 kasus laka lantas yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Faktor utama penyebab kecelakaan teridentifikasi akibat kelalaian saat mendahului, tidak menjaga jarak aman, serta faktor kelelahan fisik pengemudi.

Kabid Humas menegaskan, seluruh rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 ini bukan sekadar penegakan hukum rutin, melainkan langkah strategis cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.

“Kesadaran yang kita bangun hari ini adalah investasi agar arus mudik dan balik Lebaran nanti dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar. Kami juga telah mulai berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan kesiapan jalur-jalur mudik di Jawa Tengah,” katanya.

Hingga berakhirnya masa operasi pada 15 Februari hari ini, Polda Jateng akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam setiap kegiatan operasi.

“Kami imbau masyarakat tetap disiplin berlalu lintas meski masa operasi berakhir. Ingat, keselamatan adalah kebutuhan bersama, apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut