get app
inews
Aa Text
Read Next : Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang

Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkot Semarang-Elemen Masyarakat Kolaborasi Resik-Resik Kali Jaten

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:14 WIB
header img
Pemkot Semarang bersama elemen masyarakat berkolaborasi resik-resik Kali Jaten. (Foto: Pemkot Semarang)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Aliran Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, kini tampak lebih bersih. Tumpukan sampah yang sebelumnya menyangkut di badan sungai berhasil diangkat melalui kerja bersama warga, Satgas Sungai, jajaran OPD, komunitas, hingga unsur pendidikan dalam kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN tingkat Kota Semarang di TPS Pudak Payung pada Sabtu (21/2/2026).

Bagi warga sekitar sungai, dampaknya terasa langsung. Aliran air menjadi lebih lancar, potensi sumbatan di bawah jembatan berkurang, dan kekhawatiran luapan saat hujan deras dapat ditekan. Upaya ini menjadi langkah antisipatif di tengah musim penghujan, ketika sampah kerap memperparah risiko genangan dan banjir.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng yang hadir langsung dalam kegiatan resik-resik kali tersebut, menjelaskan bahwa Sungai Jaten dipilih sebagai lokasi aksi karena kondisinya membutuhkan penanganan kolaboratif.

“Kita memilih satu lokasi yang _impossible_ jika dikerjakan warga sendiri. Maka kita gandeng berbagai elemen, termasuk tentara, peserta Proklim, sekolah Adiwiyata, dan masyarakat sekitar,” ujar Agustina.

Sebelumnya, dirinya menerima laporan dan dokumentasi dari warga mengenai banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai tersebut. Kondisi itu dinilai berisiko menghambat arus air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Sebagian banjir disebabkan oleh sampah. Ketika sampah menyangkut di bawah jembatan, aliran air terhambat dan bisa meluap. Membersihkan sungai ini adalah langkah antisipasi,” lanjutnya.

Selain pembersihan fisik di badan dan bantaran sungai, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan kantung pilah sampah kepada warga. Pembagian ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga, agar sampah tidak lagi berakhir di sungai.

“Kalau kita memproduksi sampah, maka sejak dari tangan kita pertama kali harus dibuang di tempatnya. Di rumah, sampah sebaiknya sudah dipilah yang organik dan plastik. Maka hari ini kita bagikan kantung pilah sampah sebagai pemicu,” kata Agustina.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain OPD di Kota Semarang, camat dan lurah setempat, pengurus dan koordinator bank sampah, Saka Kalpataru, Satgas Bersih Lingkungan (Satgas Sungai), sekolah Adiwiyata, komunitas, serta warga Gedawang dan Pudak Payung.

Aksi bersih Sungai Jaten tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari sebagai momentum peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai), Pemerintah Kota Semarang juga mendorong keterlibatan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan kurve atau kerja bakti rutin terus diperkuat guna memastikan saluran air tetap bebas dari sampah.

Pemkot Semarang menegaskan bahwa pengendalian sampah dimulai dari rumah tangga. Sungai yang bersih hari ini adalah hasil kerja bersama. Ketika warga disiplin memilah dan membuang sampah pada tempatnya, dampaknya kembali kepada masyarakat: lingkungan lebih sehat, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat ditekan.

Editor : Arni Sulistiyowati

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut