get app
inews
Aa Text
Read Next : Berbagi di Bulan Ramadan, Mitra Pengemudi Bagikan Ratusan Takjil untuk Ojol-Warga di Semarang

Pesona Tenun Baduy dan Lurik Tampil Sangat Modern dalam Fashion Show 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 20:28 WIB
header img
Kainnesia memperkenalkan karakter visualnya melalui koleksi bertajuk Bumi Segara. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNewsSemarang.id - Suasana khidmat bulan Ramadan di Yogyakarta terasa semakin istimewa dengan digelarnya fashion show perdana dari jenama mode Kainnesia

Bertempat di atrium utama Plaza Ambarukmo, Kainnesia secara resmi memperkenalkan karakter visualnya melalui koleksi bertajuk Bumi Segara. 

Acara ni menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Modest Style Runway tahun ini, sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan Kainnesia di industri mode tanah air.

Koleksi Bumi Segara yang ditampilkan terdiri dari 6 look desain wanita yang sangat relevan dengan kebutuhan busana di bulan suci dan menyambut Idul Fitri. Kainnesia berhasil memadukan sisi sopan busana modest dengan gaya urban yang dinamis, sehingga cocok dikenakan baik oleh wanita berhijab maupun non-hijab. 

Dominasi warna cokelat tanah yang hangat dan biru samudra yang tenang menciptakan estetika yang membumi, selaras dengan semangat refleksi diri di bulan Ramadan.

"Melakukan fashion show perdana kami di Yogyakarta, tepat di tengah suasana Ramadan, adalah sebuah berkah tersendiri. Kami merasa Plaza Ambarukmo adalah panggung yang tepat untuk menunjukkan bagaimana Tenun Baduy dan Lurik bisa tampil sangat modern," kata Nur Salam, Founder Kainnesia, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan bahwa koleksi ini adalah bentuk penghormatan terhadap alam Indonesia yang menjadi inspirasi utama di balik setiap helai kain yang ditampilkan.

Kekuatan koleksi ini terletak pada detail dan filosofinya. Meilinda Damayanti, Co-founder Kainnesia, menjelaskan bahwa pemilihan material sangat krusial untuk memastikan kenyamanan pengguna, terutama dalam momen-momen silaturahmi. 

"Kami mengombinasikan karakter Tenun Baduy yang kokoh dengan garis-garis Lurik yang melambangkan pertumbuhan. Teknik perca yang kami sematkan juga menjadi pesan bahwa keindahan bisa lahir dari ketelitian mengolah sisa kain menjadi sesuatu yang bernilai tinggi," jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM berbasis wastra, sinergi ini membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang tinggi untuk mengisi pasar modest wear yang terus berkembang pesat. 

Kehadiran Kainnesia di panggung ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perajin dan desainer lokal untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya.


 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut