get app
inews
Aa Text
Read Next : Dilepas Gubernur Ahmad Luthfi, 16.186 Perantau Antusias Mudik Gratis ke Jateng

Potret Antusiasme ART hingga Pekerja Serabutan Mudik Gratis Pulang Kampung ke Jateng

Senin, 16 Maret 2026 | 14:50 WIB
header img
Para perantau di Jakarta menyambut antusias Program Mudik Gratis Pemprov Jateng. (foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Para perantau di Jakarta menyambut antusias Program Mudik Gratis Pemprov Jateng. Perantau dari asisten rumah tangga (ART) hingga pekerja serabutan memanfaatkan fasilitas itu, untuk pulang kampung tanpa harus memikirkan mahalnya ongkos perjalanan menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah sangat membantu Mas. Saya orang kecil, kerja harian di bagian gudang. Kalau kerja ya dapat, kalau tidak ya tidak,” ungkap Samino sebelum keberangkatan Mudik Gratis Pemprov Jateng, di Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Dia menyebutkan penghasilannya tidak menentu karena bekerja sebagai buruh harian. Dalam kondisi ramai, Samino bisa bekerja hingga lima hari dalam sepekan. Namun saat sepi, dia hanya bekerja dua hingga tiga hari.

Karena kondisi itu, biaya perjalanan mudik menjadi beban tersendiri. Samino mengisyaratkan perjalanan menuju Banyumas saat musim Lebaran bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp500.000 per orang.

“Kalau tidak ikut mudik gratis, mungkin sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Dengan program ini jadi sangat hemat,” ungkapnya.

Menurut Samino, uang yang seharusnya digunakan untuk ongkos perjalanan, kini bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain di kampung halaman.

“Uangnya bisa buat kebutuhan di rumah, buat belanja atau berbagi sedikit dengan keluarga di kampung,” tambah pria yang sudah kali ketiga ikut program itu.

Antusiasme serupa juga disampaikan Widya, seorang asisten rumah tangga (ART) di Jakarta. Dia mengaku sudah tiga tahun berturut-turut mengikuti program mudik gratis dari Pemprov Jawa Tengah.

“Sudah tiga kali ikut. Sangat membantu karena meringankan biaya mudik,” kata Widya bersama teman sesama ART.

Widya mengatakan, tanpa program Mudik Gratis tersebut, biaya mudik ke kampung halaman sangat membebani karena mencapai ratusan ribu rupiah. 

Oleh karena itu, dia berharap program ini terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. “Harapannya semoga terus ada setiap tahun, karena sangat membantu perantau seperti kami,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Mudik Lebaran Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Paguyuban Jawa Tengah dan sejumlah mitra.

Data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, mudik gratis 2026 menggunakan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api. Untuk moda bus di TMII, disiapkan 325 unit dengan kapasitas 16.186 penumpang, yang akan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu terdapat 23 bus yang diberangkatkan dari Lanud Sastranegara Bandung, dengan total 1.133 penumpang.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melepas keberangkatan pemudik, yang seluruh pesertanya berasal dari pekerja informal. "Biar masyarakat bisa ikut mudik gratis jadi uangnya bisa dihemat," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut